Pelopor Jurnalisme Warga (Malang Raya, Jawa Timur)

Polling Pilkada MLG_KAB 2020 [One Phone One Vote]

Coban Putri Kota Batu: "Perawan" Alam yang Perlu Sentuhan Inovasi untuk Wisata Konservasi

JurnalMalang - Wisata coban Putri merupakan kawasan wisata alam kombinasi berupa air terjun, hutan hijau, dataran perkemahan dan jalur offroad. Kawasan ini masih cukup "perawan" dan butuh sentuhan inovasi yang tepat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungannya yang rimbun.

Coban Putri terletak di zona selatan KWB, perbatasan antara Tlekung Junrejo - Oro Oro Ombo. Aksesnya mudah dari dua arah, dari arah wisata Predator Fun Park maupun dari arah BNS, hanya berjarak ratusan meter dari Coban Rais.

Akses dari jalan besar amat dekat, jalur masuk ke dalam lokasi juga sudah dapat dijangkau oleh semua kendaraan bermotor kecuali bis/kendaraan besar. Sepintas, sudah ada beberapa sarana yang dibangun seperti undakan, warung kuliner, gazebo, instalasi air, listrik, jalur offroad mobil 4x4 dan beberapa tempat selfie. Ada banyak dataran yang cocok untuk perkemahan bersama.

Dimulai dari arah jalan utama, hingga di bagian inti dalam ada beberapa catatan untuk mengembangkan kawasan wisata coban Putri:

Pertama, rambu penunjuk arah masih minim. Harusnya mulai dari jalan besar sebelum wisata Predator fun Park hingga ke dekat lokasi, harus ada penunjuk arah rambu coban Putri untuk memudahkan pengunjung pemula menuju lokasi. Rambu wisata lebih didominasi wahana wisata milik swasta.

Kedua, infrastruktur jalan butuh peningkatan. Dari gerbang masuk coban putri hingga ke area parkir utama di dalamnya jalannya belum layak dan tidak nyaman bagi pengunjung terutama pada musim hujan. Apalagi wahana ini sudah menarik tiket @Rp 10.000,- per orang dan tambahan biaya parkir @Rp 5.000, per sepeda motor. Biaya tersebut memang tidak mahal tetapi sudah cukup menjadi alasan untuk memberikan layanan wisata yang memadai. Area parkir perlu diperluas dan dipadatkan.

Ketiga, desain kawasan butuh inovasi. Kawasan coban putri amat bagus, rimbun hijau, air yang melimpah yang bersumber dari arah air terjun, view hutan dan juga dinding batu besar curam alamiah, telaga, area perkemahan yang representatif dan jalur offroad rute pendek dan lain sebagainya. Perlu dibangun sarana hiburan pendukung seperti kolam renang, penambahan km/wc, dan beberapa inovasi yang disesuaikan dengan kapasitas kawasan. Penting dibangun sarana tambahan seperti layanan kesehatan darurat untuk pengunjung, penanda jalur evakuasi dst. Dengan kreatifitas kawasan ini layak menjadi salah satu zona wisata yang instagramable. 

Apabila dimungkinkan, kawasan ini dibangun beberapa sarana yang mengedukasi masyarakat tentang: konservasi lingkungan dan air, penghijauan, miniatur irigasi, miniatur PLTA, generasi tanggap bencana dan wawasan tentang kehutanan. Tatanan lingkungannya perlu dipercantik sebagaimana namanya.

Jalur air seperti ini bisa dirancang dgn lebih indah dan dibangun sarana edukasi pemanfaatan potensi air / jm
Keempat, coban Putri dapat menjadi ikon wisata internal fun offroad (mobil dan sepeda motor) yang memberi pengalaman baru bagi masyarakat yang ingin menjelajahi hutan dan jalur anti mainstream. Bahwa offroad merupakan pengalaman mahal karena memerlukan kendaraan spesifikasi khusus, tapi di coban putri masyarakat bisa menyewanya dengan harga terjangkau. 

Kelima, promosi. Wisata kota Batu sektor Barat dan tengah sudah terlalu penuh sehingga gelombang arus wisatawan harus dipencar dengan cara mendukung pengembangan wahana wisata yang ada di sekitar zona selatan, dari ujung Tlekung hingga ujung oro-oro ombo. Sehingga pihak Perhutani, Pemkot Batu dan pihak terkait lainnya harus bekerjasama saling mendukung.

Keenam, Pemkot Batu harus bisa mengendalikan arus investasi privat yang mulai mendominasi kawasan tersebut terutama vila-vila mewah di sebelah barat kawasan. Pemkot harus mengamankan jalur akses jalan publik, jangan sampai menjadi area privat yang akan menghambat jalur masyarakat. Regulasi harus mengamankan seluruh zona selatan hingga baratdaya agar publik tetap memiliki akses jalan yang layak untuk lalulintas wisata.

Gbr: Pembukaan Camping Festival 2020 sekaligus re-opening wana wisata coban putri (7/8/2020); dengan tetap mengikuti protokol penanganan covid19 / jm

Ketujuh, keamanan. Posko keamanan bersama di depan gerbang utama coban putri sudah bagus. Tinggal bagaimana personel harus ada yang aktif patroli tidak ganya di jalan raya tapi juga hingga ke dalam kawasan. Meskipun coban putri bukan dari pagi hingga sore, ada baiknnya malam juga harus ada yang mengawasi kawasan tersebut.

Demikian ulasan ini, dalam rangka mendukung kebangkitan wisata alam non swasta yang murah, sehat, aman, indah dan edukatif. *red1

Fasilitas modern harus didesain sbg vertikal garden /jm.dok


Subscribe to receive free email updates: