Menguak Keberadaan Kerajaan Medang (Mpu Sindok) di Tamwlang (Tamblangan-Malang) Tahun 929

Daerah Tembalangan Malang
JurnalMalang - Malang amat kaya dengan temuan sejarah. Berdasarkan tulisan dari Prasasti Turyan (Turen) membuka misteri dimana sesungguhnya Mpu Sindok pertama mendirikan kerajaan Medang (Bhumi Mataram Baru) setelah keraton Mataram Kuno runtuh akibat bencana dahsyat Merapi (Mahapralaya) tahun 928 masehi.

Sejarah mencatat bahwa Kerajaan Medang (sering disebut Mataram Kuno) adalah imperium Jawa yang tua yang pertama berdiri di Mataram (daerah sekitar Yogjakarta) pada awal-awal abad-abad ke 8. Wangsa penguasa yang merintisnya adalah Sanjaya, kemudian dilanjutkan oleh Rakai (Pikatan), Dyah Balitung dan Wawa. Lokasi kekuasaan ini bermula di Mataram (Jogja dan sekitarnya) beralih di Kedu dan kembali lagi ke Mataram sampai terjadinya bencana wedhus gembhel amarah Merapi.

Mpu Sindok adalah tokoh istana yang memiliki jabatan penting di beberapa era kekuasaan wangsa-wangsa agung istana Mataram. Ketika tahun 928 terjadi bencana gempa bumi besar dan hembusan ‘wedhus gembhel’ menandakan letusan Merapi maka kehidupan di sana terganggu dan kerajaan inipun goyang.
Maka Mpu Sindok bersama kekuatannya bergerak ke kawasan Timur Jawa untuk mencari lokasi baru bagi ibukota kerajaan Mataram. Maka sampailah mereka pada sebuah negeri yang oleh prasasti Turya di sebut tanah Tamwlang. Semua literatur sejarah menyimpulkan Tawmlang ini berada di daerah Jombang. Namun dengan menganalisis informasi dari prasasti serta riset lokasi maka daerah yang bernama Tawmlang itu sesungguhnya di Malang, sesuai dengan lokasi yang identik dengan lokasi ditulisnya Prasasti Turyan. Tepatnya di Tamblangan atau sekarang di sebuat Tembalangan (kelurahan Jatimulyo kota Malang), yang berlokasi persis di utara kali Brantas (Penanggungan / Betek).

Jadi, ketika terjadi bencana dan keraton Medang lama (Mataram) bubar maka Mpu Sindok menempuh perjalanan jauh bersama pengikutnya mencari lokasi baru untuk mendirikan ibukota kerajaan, demi melanjutkan kekuasaan Mataram. Maka dia memilih Malang sebagai pangkalannya dimana ketika kekuasaannya ini besar dan kuat dia membuka pangkalan baru di daerah Watugaluh (Jombang) sebagaimana informasi dari prasasti Turyan.

Penting untuk dicermati kenapa Mpu Sindok memilih Malang sebagai pusat kerajaan baru:
Alasannya cukup logis karena di Malang sendiri pada abad-abad sebelumnya pernah berdiri kerajaan besar yang mandiri yang disebut kerajaan Kanjuruhan. Kerajaan yang dipimpin oleh Gajahyana ini adalah kekuasaan lama yang beradab, yang diperkirakan sudah berdiri sejak tahun 600-an masehi dan tahun 760 mewariskan Prasasti DINOYO. Kerajaan ini berpusat di Tlogomas Dinoyo kota Malang, sekitar 2 kilometer dari daerah TAWMLANG (Tembalangan). Kerajaan Kanjuruhan Malang (Istilah Malang belum dikenal jaman itu) lah yang membuat CANDI BADUT di TIDAR yang merupakan candi tertua di Jawa Timur, yang merupakan sisa-sisa keemasan jaman raja Gajayana. Lalu ketika kerajaan Malang ini runtuh maka kekuasaannya menjadi bagian dari keraton Mataram kuno. Hubungan ini banyak diungkap oleh peninggalan-peninggalan sejarah di Jawa Tengah.
Jadi sangat tepat bila Mpu Sindok memilih Malang sebagai lokasi baru bagi kelanjutan keraton Medang yang runtuh di Jawa Tengah.

Ada beberapa pertimbangan sejarah yang memperkuat Malang sebagai ibukota kerajaan Medang (Mataram baru) klan Mpu Sindok:

Pertama, Identitas Sindok (berasal dari kata ndok atau telur) adalah istilah yang lazim di Malang beberapa abad kemudian. Ndok atau Si Ndok adalah semacam gelar yang bermakna sebagai perintis, orang yang melahirkan kebesaran atau menelurkan kekuatan/kehidupan. Kita ingat, nama / gelar dari ibu yang melahirkan ken AROK abad 12 adalah Ken ENDOK yang juga sebutan lain/ penghormatan bagi ibu yang melahirkan cikal bakal raja-raja Singhasari.

Kedua, lokasi Malang memang merupakan laboratorium sejarah. Dimana sudah dibuktikan dalam berbagai jaman, bahwa Malang menjadi lokasi lahirnya banyak kekuasaan besar: seperti Kanjuruhan, Medang, Singhasari yang dilanjutkan Majapahit tahun 1293 oleh arek-arek Malang hingga Majapahit runtuh rajanya adalah wangsa Malang (Rajasa), meskipun ibukota Majapahit dipindahkan ke Mojokerto dalam menghindari konflik berdarah yang selalu terjadi di tanah Tumapel Raya (Malang). Perlu dicatat juga bahwa Prasasti Turyan sebagai salah satu sumber utama keberadaan Medang ditemukan di Malang Timur dan dibuat di Malang selatan (Turen). Ini merupakan petunjuk bahwa Mpu Sindok memang pertama mendirikan Mataram baru (medang) di Malang, bukan di Jombang (Watugaluh). Baru setelah berkembang dipindahkan ke Watugaluh. Medang berakhir dan digantikan Kahuripan tahun 947.

Ketiga, lokasi Tawmlang adalah lokasi yang sangat strategis bagi pusat kerajaan karena berada di tepi kali Brantas dimana Mpu Sindok adalah raja yang memulai membuka sistem irigasi dan pengairan. Sistem pemberdayaan air ini dilanjutkan oleh keturunannya Sri Erlangga yang dikenal sebagai pencetus eksplorasi kali Brantas sebagai irigasi dan lalulintas dagang rakyat.

Keempat, di lokasi Tawmlang (Tembalangan, Malang) pernah ditemukan saluran kuno yang konon bersambung ke berbagai lokasi yang jauh. Diduga ini adalah gorong-gorong kuno peninggalan Mpu Sindok. Lokasi temuan itu masih ada hingga hari ini dan diketahui oleh warga, hanya saja sudah tertutup oleh perumahan modern.

Kelima, keturunan Mpu Sindok berkuasa lama di Jawa Timur, dan pengaruhnya amat luas. Sri Erlangga yang kemudian mendirikan kerajaan baru Kahuripan, Dharmawangsa maupun Mahendradatta Warmadewa penguasa Bali adalah dari klan Sindok. Termasuk yang membangun kerajaan Jenggala dan Panjalu yang dipusatkan di kota Daha (Kediri).
Kerajaan yang disebut terakhir direbut oleh Ken Arok tahun 1222 setelah sebelumnya mengkudeta Tunggul Ametung –tangan kanan Baginda Kertajaya Daha Raya.

Sehingga, kita bisa simpulkan bahwa mahapralaya telah meruntuhkan kerajaan Mataram kuno (Hindu), salah satu pejabatnya (Mpu Sindok) bergerak ke timur mendirikan pusat baru bagi kerajaan Mataram (Medang) di Tawmlang Malang, sebagai fajar baru Medang. Mpu Sindok juga membangun wangsa sendiri agar lepas secara kultur dengan Mataram yaitu wangsa Isyana yang berkuasa sejak tahun 929-1222 masehi. Prabu Jayabaya atau peramal Joyoboyo adalah keturunan dari Sindok melalui Sri Erlangga.
Malang dahulu kala adalah Mataram baru atau versi baru dari kerajaan Mataram kuno.

Wangsa Isyana warisan Mpu Sindok baru usai ketika ken Arok mendirikan wangsa sendiri (wangsa Rajasa) dengan mendirikan kerajaan baru sama sekali yang semula di Kutoraja (Kebalen kota lama) dipindahkan oleh raja Ranggawuni ke Singosari.
Ketika Singosari jatuh tahun 1292 oleh pemberontakan Jayakatwang (keturunan wangsa Isyana Mpu Sindok) dan Jayakatwang diluar dugaan digayang oleh tentara Mongol kiriman Kubilai Khan, maka arek Malang, Raden Wijaya atau BhreWijaya (dari klan wangsa Rajasa / anakcucu Ken Arok ken Dedes) merebut kembali kerajaan dengan menghancurkan tentara Mongol.

Maka berdirilah kerajaan Majapahit (1293), kerajaan maritim terkuat di dunia, dengan teknologi senjata yang paling canggih di jamannya. Rajanya yang terkenal adalah Hayam Wuruk juga adalah dari Malang dari klan Rajasa.
Bhumi Malang adalah tanah sakral yang melahirkan orang-orang besar yang kelak mempersatukan negeri ini.

Demikian gambaran singkatnya. Semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates: