Ahli Sejarah : HUT Kota Malang 1 April Produk Penjajah, Layak Ditinjau Ulang

Foto kawasan Balaikota Malang tempo dulu / google/satujamcom
JurnalMalang - Beberapa hari lagi kota bersejarah ini akan segera menyelenggarakan perayaan HUT, yang sudah rutin dilakukan sejak Belanda menetapkan 1 April sebagai Hari Lahir Resmi Kota Malang. Meskipun sudah hampir 1 abad merdeka, penetapan waktu peringatan yang sakral ini tidak pernah dirubah.

Namun sebuah 'evaluasi' historis dilontarkan sejarahwan dan juga arkeolog ternama Dwi Cahyono melalui laman medsosnya, (24/03/2017).

"Hari jadi Kota Malang tanggal 1 April 1914, yang mendasarkan pada Stadbaad Goeveroer Generaal (GG) Hindia~Belanda tentang prnetapan Gemeente (Kotapraja) Bagus Malang bersifat "kolonial sentris".
Sesungguhnya terdapat cukup sumber data internal (tinggalan tekstual, prasasti misalnya) untuk dijadikan petanda "hari jadi daerah di Kota Malang yang lebih "nasional sentris".
Jika khalayak bersepakat, mari kita batalkan (anulir) Hari Jadi Kota Malang (1 April) yang kolonial sentris itu untuk diganti dengan penggalan lain yang nadional sentris. Prosedur ilmiah dan administratif (kegal~formal) kita tempuh untuk maksud itu. Tidak sedikit daerah yang menijau ulang hari jadinya yang semula "kolonial sentris".
Apakah Kota Malang mau bersikeras untuk pertahankan hari jadinya yang kolonial sentris ini? Mengapa tidak meneladani daerah~daerah lain yang telah menganulir hari jafinya yang demikian?
Monggo beri pendapat dan solusi, senyampang momentumnya tepat. Sembah nuwun." tulis ahli sejarah yang juga dosen UM ini

Seperti yang selama ini kita pahami, bahwa (kawasan) kota Malang memiliki riwayat sejarah yang jauh lebih tua dari kebanyakan daerah lainnya. Tahun 700 an masehi pernah berdiri dinasti Kanjuruhan (Tlogomas) yang mendirikan Candi Badut. Lalu ada era Tumapel abad 13 yang berbasis di Kabalen. 

Era Kanjuruhan ini bisa menjadi salah satu alternatif hari jadi Bumi Arema yang tidak bernuansa kolonialisme sentris. Sementara Kabupaten Malang telah lama memastikan HUT nya sesuai dengan era/periode lahir Kerajaan Singhasari tahun 1222an.

Semua peristiwa penting yang menandai keberadaan teritorial Malang itu tercatat jelas dalam banyak lontar sejarah. Di abadikan dalam penanggalan asli bangsa Jawa yaitu Kalender Candra Sengkala. Jelas waktu tanggal, bulan dan tahunnya.

Hanya saja, penetapan hari lahir Malang kota 1 april dilakukan oleh Belanda pasca dibentuknya gementee, dilestarikan hingga tahun 2017 ini. Padahal Malang sudah menjadi kawasan sekelas "gementee" berabad-abad sebelum datangnya Belanda.

Himbauan dari sejarahwan Dwi Cahyono terkait perlunya "tinjau ulang" waktu HUT Kota Malang perlu diperhatikan serius oleh Pemkot Malang jika tidak ingin dianggap sebagai Pemda yang ahistoris. (red1).



Subscribe to receive free email updates: