KOMUNITAS RED ARMY TEGASKAN DUKUNG PRABOWO-HATTA KARENA MENGHARGAI AJARAN BUNG KARNO

Tanggal 1 Juni 2014 Pengurus Inti dan Perwakilan Anggota Komunitas Pancasilais dan Pembela NKRI "Red Army" Malang mengadakan diskusi dan rapat di markasnya Mako Pojok Talun. Salah satu agenda utamanya adalah memutuskan sikap politik jelang PILPRES 9 Juli nanti: Memilih Prabowo-Hatta atau Jokowi - JK atau diam. Dengan berbagai pertimbangan maka diputuskan Red Army Malang Jawa Timur akan mendukung pasangan nomor urut 1. PRABOWO-HATTA. Sebelumnya, Ketua Red Army, mantan Walikota Malang 2 periode, Peni Suparto sudah dikontak oleh Pihak Prabowo agar membantu memenangkan Prabowo-Hatta di Jawa Timur. Setelah mempertimbangkan dan sharing dengan pengurus inti maka mantan Ketua DPC PDIP Kota Malang yang 2013 lalu dipecat DPP PDIP ini menegaskan siap mendukung penuh Prabowo.



Alasan mendasar kenapa Ormas yang didirikan oleh mantan kader PDIP yang dipecat oleh DPP PDIP  tahun 2013 ini (Peni Suparto) memutuskan dukung Prabowo adalah: 
1). Pada sosok Jokowi, yang bagi mayoritas elit Red Army memandangnya sebagai tokoh lokal (Solo) yang secara ganjil tiba-tiba muncul menjadi terkenal namun sesungguhnya belum teruji komitmennya pada partai, komitmen kebangsaannya serta sejauh mana dia memahami ajaran Bung Karno. Kita hanya tahu bahwa Jokowi adalah penggagas mobil ESEMKA palsu yang hingga kini sudah dibuang karena hanya rakitan spare-part mobil asing, Penggemar Music Hard Rock dan Heavy Metal dan sudah 4 kali mendapatkan rekom PDIP (dari Walikota 2x, Gubernur dan kini RI-1). Jabatan Walikota dan Gubernur tidak diselesaikannya karena ambisinya ingin mengejar jabatan yang lebih tinggi. Sementara Prabowo adalah sosok tegas pemberani dan orang yang berani bicara tegas pada pemimpin bangsa asing dan berani mewacanakan revisi ulang kontrak karya petambangan di Indonesia -sesuatu sikap yg hanya dimiliki oleh pemimpin hebat seperti Hugo Chaves di Venezuela, Evo Morales di Bolivia, Ahmadinedjad Iran, Ortega di Argentina dan Bung Karno sendiri.

2). Munculnya Jokowi membuat dinamika internal partai Banteng goncang. Gerakan Projo yang jelas bukan sayap banteng seakan memberi sinyal akan ambisi Jokowi dan pihak sponsornya untuk menguasai PDIP jika kelak berhasil menjadi RI-1. Kalau Jokowi jadi Presiden maka besar kemungkinan dia akan merebut posisi Ketua Umum PDIP dan habis lah trah Bung Karno karena Puan Maharani pasti akan disikat juga. Mayoritas anggota Red Army adalah mantan Pengurus Inti dan Kader Banteng Sejati di Kota Malang, yang ikut membesarkan PDIP sejak jaman Promeg 1996. Ketua Red Army sendiri, Peni Suparto adalah mantan Ketua DPC PDIP Kota Malang sejak 1999 dan dipecat tahun 2013 oleh DPP karena konflik Rekom Pilkada dimana DPP terlalu bertangan-besi pada kepemimpinan lokal. Meski demikian, Red Army memandang bahwa trah Bung Karno tetap harus ada di Banteng karena bagaimanapun juga PDIP adalah aset bangsa harus diselamatkan dari pendatang ambisius seperti Jokowi. Sehingga menghambat JKW jadi Presiden adalah langkah tepat untuk menyelamatkan kandang banteng dan trah Bung Karno serta memberi pelajaran pada konglo hitam yang diduga menjadi sponsor utama JKW4RI-1.

 3). Visi misi yang diusung Prabowo - Hatta sejalan dengan gagasan Bung Karno dan nyambung dengan agenda perjuangan demokrasi Red Army yang konsep pada mendukung kemurnian Pancasila, Nasionalisme, Budaya serta kedaulatanNKRI. Prabowo dikenal karena sikap dan gagasannya sementara JKW dikenal karena lebih banyak pamer blusukan di media setiap hari.

Alasan lainnya adalah, kedekatan antara Red Army dengan Jendral TNI (Purn) Djoko Santoso (Mantan Panglima TNI) yang kini merupakan pendukung utama Prabowo. Pak Djokosan adalah tokoh yang ikut hadir dalam Deklarasi Red Army tahun 2013 silam di Gedung SAB Kadung Kandang. Di tambah lagi dengan posisi Bendahara Red Army, Hj. Heri Pudji Utami (mantan Bendahara PDIP Kota yang juga ikut dipecat DPP), yang merupakan Anggota DPRD Kota Malang dari PPP (Pileg mei 2014) yang sudah jelas arahnya ke 08.

Untuk wilayah Malang Raya yang DPT-nya sekitar 3,5 juta pemilih, ribuan Anggota Red Army akan all out membantu memenangkan pasangan Prabowo-Hatta. Peni akan memimpin langsung gerakan tersebut. Bahkan menyuport juga gerakan di beberapa kota / kabupaten lainnya di Jawa Timur.

Subscribe to receive free email updates: