Jend (Purn) TNI Djoko Santoso dan KRT. Peni Suparto Galang Suara Prabowo-Hatta di Jawa Timur

Pasca Launcing Posko-posko Djoko Santoso Center 328 di Hotel Savana Malang minggu lalu, Djoko Santoso mantan Panglima TNI ini langsung melakukan penggalangan suara untuk pasangan Prabowo-Hatta di beberapa kota di Jawa Timur. Gerakan ini didukung oleh Ketua Komunitas Red Army Peni Suparto yang juga mantan Walikota Malang dua periode. Posko Djoko Santoso Center 328 mengakomodir berbagai kelompok relawan di Jatim untuk bersama-sama memperjuangkan kemenangan Prabowo - Hatta. 328 adalah kode Batalion Djokosan dan Prabowo-08 ketika awal masih sama-sama aktif di militer.


Deklarasi Djokosan Center di kota Malang dihadiri banyak komunitas, tokoh masyarakat, perwakilan Parpol Koalisi, ulama dan tokoh pemuda. Sentral gerakan yang berada di bawah komando Jend (Purn) TNI DJoko Santoso ini tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia, dan lebih banyak fokus di Jawa Timur mengingat potensi suara di Pulau yang paling timur Jawa ini hampir 40 juta suara pemilih. Dalam pernyataannya Djokosan meyakini Prabowo akan menjadi Presiden Republik Indonesia hasil Pemilu 9 Juli nanti. Dalam kultur militer ada semacam filling Komandan, dan ini adalah keyakinan seorang Komandan. Keyakinan yang terbangun dari analisa-analisa yang cermat dan rasional.

Beberapa waktu lalu Jend. Djoko Santoso didampingi Peni Suparto melakukan perjalanan "operasi malam" di Blitar. Di Bumi Bung Karno ini Djokosan disambut meriah dan melakukan beberapa rangkain konsolidasi dengan kelompok pengusaha lokal, pengusaha Tionghoa, dengan tim pemenangan Prabowo-Hatta Blitar serta beberapa perwakilan masyarakat. Tokoh Blitar yang juga pengusaha Ir. Endro Hermono menyambut secara khusus rombongan Djokosan dengan acara meriah dan laskar berseragam lengkap.

Dari beberapa ungkapan Djokosan kepada publik Blitar ada salah satu yang menarik tentang Prabowo kecil ketika dia masih sekolah di Eropa. Di Eropa, orang Asia seperti Indonesia dipandang remeh dan dianggap masyarakat kelas dua. Kesombongan ala Eropa ini dilawan oleh Prabowo sehingga dia seringkali berkelahi di sekolahnya. Prabowo memang pemberani dan tegas dalam menjaga prinsip apalagi menyangkut harga diri bangsa, terang Djokosan 328.

Subscribe to receive free email updates: