ANTARA ICW DAN @TM2000; PEWARTA KEBENARAN ATAUKAH PAHLAWAN PEMBELA KEBETULAN

Kali ini kita bahas secara gado-gado seputar dua 'tokoh' antikorupsi yang kini sama-sama sedang tenar: Indonesia Corruption Watch (ICW -organisasi formal nyata) dan Akun Twitter anonim @TM2000 yang mengklaim diri sebagai Ronin NKRI pejuang anti korupsi -yang belakangan ini heboh diperbincangkan dari level aktifis pemula hingga Menteri Kabinet SBY. Bukan berniat membandingkan; sekedar untuk diskusi ringan 'mengikuti tren' dengan pertimbangan mereka mewakili dua warna dan latar belakang yang berbeda namun menjadi selebriti di dunianya.

Alasan tambahan:
1) ICW merepresentasikan organisasi formal anti korupsi terbesar yang lahir pasca reformasi (1998) memiliki trackrecord bagus dengan jejaring gerakan yang luas. ICW, rujukan gerakan anti korupsi nomor satu di Indonesia.
2) TM2000 mewakili gerakan informal 'pinggiran' yang baru seumur jagung namun sudah tenar luar binasa :D Akun anonim berpengaruh ini mencerminkan trend perlawanan gaya milenium yang agresif, kreatif, berbasis pada medsos dan, ini garis bawahi, memiliki efek yang yang tak kalah mengguncang dibanding lembaga NGO seperti ICW, FITRA, LIRA dst. Tidak mungkin sebuah akun anonim nggak jelas menjadi bahan perbincangan luas dan disimak jutaan orang kalau bukan karena bobot yang mereka miliki.

Secara objektif masyarakat tetap harus berterima kasih pada ICW atas komitmen dan jasanya dalam upaya menegakkan keadilan dan melawan korupsi. Mereka sudah mendirikan banyak LSM anti korupsi lokal yang sudah berbuat banyak untuk rakyat. Obligasi moral mereka untuk bangsa tidak sedikit, piagam dari rakyat pantas diberikan untuk ICW. ICW sebagai sebuah institusi nirlaba layak disebut rumah pejuang.

Di antara serangan kaum pem-bully, publik juga harus adil dalam melihat komitmen intelejen publik TM2000 yang telah menggairahkan semangat gerakan anti korupsi, mengaum garang hingga banyak pihak yang terusik waspada, menebarkan virus keberanian untuk melawan ketidakadilan meskipun hanya dengan media jejaring sosial pinggiran. TM2000 memberi bukti bahwa "aksi" kecil di twitter atau protes "sepele" di fesbuk efeknya tidak kalah dahsyat dari ribuan orang yang berbaris demonstrasi di jalan raya. Harus diakui cuitan jahil TM2000 di twitter tak kalah berpengaruh dengan konfrensi press ICW yang disebarluaskan media massa. Padahal TM2000 cenderung diboikot media dan ICW sebaliknya.

Gaya perlawanan mereka berbeda tetapi sama-sama memberikan manfaat dalam takaran yang tentu tak sama: Bila ICW menciptakan kanal gerakan yang legal, tertib dan berjejaring hingga di daerah-daerah dll maka @TrioMacan2000 memilih protes lewat twitter dan ddukung oleh portal media alternatif seperti asatunews.com
Pada konteks itu, TM2000 menjadi sasaran issue dan diterjang fitnah yang lebih masif ketimbang ICW. ICW dan TM2000 sama-sama fenomenal namun berbeda nasibnya. Belum pernah kita mendengar ICW dicaci maki sebagaimana TM2000 dibully padahal kita tidak benar-benar tahu mana yang sesungguhnya lebih suci. Pada satu kasus korupsi ICW sedemikian vokalnya namun senyap pada kasus yang lain. Berbeda dengan TM2000 yang menghantam dinding istana SBY, bos-bos media, mafia migas, kartel narkoba, aib para Jenderal, dosa Ketum partai, kebusukan penegak hukum dan banyak lagi.
Ketika TM2000 diserang seperti dalam sebuah tayangan MetroTV yang menuding akun tersebut semacam pemeras yang berbaju anti korupsi, akun TM langsung menantang: tunjukkan buktinya. Dan hingga hari ini belum ada pihak yang bisa membuktikan bahwa TM2000 pernah memeras pihak tertentu. Dengan demikian legitimasi publik TM2000 semakin kukuh dan tayangan Metro_TV yang harusnya membunuh karakter TM2000 justru meningkatkan popularitas @TrioMacan2000 menjadi selebriti gerakan. ICW dibela media, TM2000 diBully.

ICW tidak menganggap TM ada. Tapi TM sebaliknya, bahkan menggugat kebobrokan ICW. Bagi TM, ICW lah yang (akhir-akhir ini) berkongsi dengan koruptor dengan sejumlah indikasi yang gampang dianalisa awam. TM menuding ICW sebagai LSM busuk yang diam-diam menerima dana dari KPK yang menyebabkan mereka lenyap daya kritisnya pada KPK. TM memandang ICW sebagai mitra mafia hukum yang duduk sebagai pimpinan KPK, A. Samad maupun BW. Contoh nyata adalah bungkamnya ICW-KPK terhadap kasus kakap seperti Century, BLBI dst tetapi garang kepada koruptor teri yang tinggi publisitas opininya. TM2000 meramalkan bahwa elit-elit ICW-KPK akan kena karma dan suatu saat nanti tumbang dipenjara.

ICW tidak berusaha melakukan klarifikasi dan nampaknya pasif meskipun sekelas menteri kabinet akan langsung bereaksi begitu mendapatkan serangan opini dari akun TrioMacan2000. Seharusnya, ICW memberikan jawaban karena publik menyaksikan semua episode perjalanan bangsa ini. Jangan biarkan rakyat bimbang dan nanti akan merenggut dukungan dan doanya pada lembaga yang dikenal sangat kredibel.
----------
Meskipun mereka tidak saling mengakui, ICW (lembaga formal) maupun TM2000 (entitas nggak jelas) sesungguhnya sama-sama pihak yang memiliki tujuan yang sama. Berikan dukungan, masukan dan kritikan yang membangun. Bila ada informasi dari mereka yang sekiranya penting dan indikatornya jelas maka sebarluaskan, diskusikan dan ambillah sikap sungguhpun hanya sebuah doa. Mahasiswa penghuni menara intelektual, kibarkan bendera perjuanganmu (mengutip sebuah komentar). Media massa, perluas ruang idealismemu sebelum ditinggalkan pembaca karena ternyata hantupun saat ini sudah punya portal media yang menjadi alternatif bacaan.
---------
Kita sepakat bahwa bangsa ini hanya bisa bangkit maju bila kekuasaan di semua level dijalankan dengan jujur, bersih dan bertanggungjawab. Juga sepakat bahwa terjadi puluhan, ratusan bahkan ribuan kasus kejahatan yang dilakukan justru oleh orang/pihak yang kita percaya untuk memutar roda pembangunan ini. Maka bila ada pihak yang berjuang menegakkan keadilan dan mengontrol kinerja kekuasaan, terlepas dari segala kekurangannya, maka kita harus mendukung.

Kepada TM2000, engkau telah mempelopori gaya baru dalam "kritik" kekuasaan, bahwa sebuah akun anonim remeh sanggup bersuara dengan efek yang bergema luas. Kini, informasi dan berita bukan lagi monopoli media massa. Teruskan langkahmu menjadi pelopor gerakan medsos yang tetap melaju meskipun di kirikanan banyak koor miring dan bully-bully, tetapi ingat bahwa juga banyak tepuk tangan dengan penuh hormat. Tak ada manusia sehat yang tidak menghargai pihak yang meperjuangkan nasib bangsanya kecuali mereka yang menjadi bagian dari kejahatan atau yang sedang degradasi kejiwaan. Tetapi juga jangan lupa, di jalurmu banyak duri dan ranjau: hati-hati terjatuh. Engkau bisa tersandung entah karena musuhmu atau lantaran ulahmu sendiri...
-----
ICW dan TM2000, apakah mereka Pejuang Pembela KEBENARAN ataukah Pahlawan Pembela KEBETULAN???

Selagi Hukum Belum Bisa dipercaya maka Biarlah Sejarah yang menjawabnya......

Subscribe to receive free email updates: