Pamori Malang Raya Lestarikan Keroncong di Bumi Arema

Paguyuban Artis Musik Keroncong Republik Indonesia atau disingkat PAMORI Malang Raya merupakan sebuah perkumpulan pemain musik, penyanyi dan penikmat Keroncong di Malang, yang bernaung di bawah organisasi Pamori. Pamori merupakan sebuah wadah baru insan Keroncong Nasional yang dideklarasikan pada sekitar tahun 2003 di Jawa Timur. Komitmen anggota organisasi ini adalah kaderisasi keroncong dan semakin memasyarakatkan keroncong Nusantara di tengah-tengah masyarakat yang sedang diselimuti oleh musik-musik modern.


Pamori Malang Raya memiliki jaringan yang merata di hampir semua kecamatan di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang dan kota Batu). Grup Keroncong di Malang ternyata cukup banyak dan masih eksis latihan dan tampil di berbagai TV Lokal, Radio RRI dan acara-acara masyarakat. Sebut saja misalnya Gema Irama Nusantara (GIN), Esa Karsa dan puluhan grup lainnya yang tersebar di kota, kabupaten Malang dan Batu.

Sejak kepengurusan pertama (Ketua Prof.Dr.Ir.Nur Basuki, dari Lawang Malang Utara) Pamori telah memunculkan peran Pamori di kancah musik tradisional Malang. Anggota terus berkembang dan eksistensi insan keroncong semakin di akui. Kemudian dilanjutkan oleh suksesornya Drs. Bambang Suharto yang dilantik pada tanggal 14 September 2013 di Hotel Palem kota Malang. Setelah itu dilanjutkan dengan konsolidasi dan perumusan program kerja di Kantor RBA (Jalan M Panjaitan Dalam) yang diikuti oleh pengurus inti Pamori Malang Raya.

Adapun program serius Pamori Malang raya adalah: 1) Bagaimana semakin memasyarakatkan musik keroncong ke masyarakat dan generasi muda sebagai musik asli kebanggaan Indonesia. 2) Bagaimana melakukan kaderisasi kaum muda agar menyintai keroncong, memiliki kemampuan menggunakan alat musik keroncong dan menyanyikannya dengan baik. 3) Melakukan pendataan dan koordinasi anggota Grup Pamori Malang Raya untuk sama-sama memajukan Keroncong di Malang dan Jawa Timur. 4) Bagaimana memandirikan organisasi Pamori sehingga bisa berkembang maju tampa harus tergantung total pada pihak lain seperti sponsor, caranya dengan mengembangkan usaha Pamori dan ekonomi internal Pamori. Semakin Grup Pamori eksis tampil maka dengan sendirinya anggota akan memiliki pemasukan dan grup akan bisa menghidupkan kreatifitasnya.

Pamori Malang Raya sudah membuktikan bagaimana musik ini bisa tetap diakui dan dicintai bukan hanya oleh kelompok orang tua tetapi juga di kalangan anak muda juga gandrung dengan keroncong. Misalnya dalam berbagai even musik, Pamori menampilkan grup muda-muda dengan lagu-lagu modern yang dimainkan dalam versi keroncong, bahkan lagu Barat seperti milik Calina Dion, Sania Twin dll bisa dinyanyikan dalam iringan musik keroncong. Inilah kreasi Pamori untuk memasyarakatkan keroncong di kalangan muda. Maka tak heran bila RRI, Taman rekreasi Senapati kota Malang, Sengkaling dan Wendit juga menggandeng Pamori untuk bekerjasama, bagaimana agar keroncong bisa hadir menghibur rakyat Malang Raya. Sejauh ini baru Univ. Brawijaya yang aktif menjalin komunikasi dengan komunitas Keroncong Malang Raya.

Tinggal bagaimana kita semua, baik itu Pemerintah, Pengusaha, Pelaku Usaha Wisata, Akademisi, EO Musik, Media Massa dan semuanya mendukung eksistensi insan Keroncong Malang Raya. Mendukung visi mereka yang melestarikan seni budaya tradisional khas Nusantara ini.
Maju Terus Keroncong Bumi Arema....





(Pamori Malang Raya 1) Grup Keroncong terdiri dari anak pelajar 2) Hiburan saat Pelantikan Pamori Maraya di Hotel Palem Sept 2013. 3) Pamori di undang menghibur dalam sebuah seremonial Promo produk Perusahaan di Restoran New Hongkong Malang.

Subscribe to receive free email updates: